Skip to main content

Post #5: Seberapa Dewasakah Kita?

Kehidupan yang kita jalani pastinya tak abadi, dalam setiap masanya kita terus bertumbuh mulai dari terlahir ke dunia, dewasa, tua hingga meninggalkan dunia.  Tak selamanya kita hidup menjadi anak-anak, karena setiap anak-anak lambat laun akan menjadi dewasa seiring waktu berjalan. Manusia dalam setiap usia tentu hidup dengan dunianya masing-masing, anak-anak dengan dunia bermainnya sementara orang-orang dewasa berkutat dengan seputar kerja keras dan upaya untuk bertahan dalam kehidupan. 


Masa kecil adalah masa saat kita mulai mengenal dunia dan juga sebagai masa memulai pencarian jati diri, tak dapat dipungkiri bahwa masa-masa kecil hingga beranjak dewasa selalu ingin tahu banyak hal. Imajinasi di masa-masa itu terlihat begitu jelas, saat setiap anak ditanya apa cita-citanya tentu mereka akan menjawabnya tanpa ragu, entah itu menjadi guru, dokter, pilot, masinis dan lain sebagainya. Dunia masa kecil memang merupakan dunia yang rasanya hampir tak ada beban kehidupan dan terasa enjoy untuk dijalani, maka beruntunglah bagi setiap orang yang pernah merasakan indahnya kebahagiaan di masa kecil.

Waktu pasti akan selalu berputar, kehidupan ini tentunya akan terus mengalir, seperti konsistennya air yang terus mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang rendah. Begitupun kehidupan kita, disadari atau tidak lambat laun masa anak-anak akan berlalu dan mulai beranjak menuju masa remaja dan juga dewasa. Seiring bertambahnya umur kita tentunya akan semakin banyak hal-hal baru yang kita temui dan semua hal itu akan membuat kita menyadari bahwa diri kita lambat laun akan menyadari realitas kehidupan yang dijalani di dunia ini. Pikiran yang selalu imajinatif saat anak-anak mulai berganti dengan pikiran yang rasional dan realistis seiring dengan akrabnya dengan kehidupan orang-orang dewasa.

Terkadang senyum keceriaan di masa kecil seakan enggan tuk hadir lagi saat beranjak dewasa. Kehidupan dewasa tentunya penuh dengan keseriusan dan terkadang jarang ada hal-hal lucu di dalamnya. Ragam masalah silih berganti menghantui dalam setiap harinya seakan melengkapi bahwa hidup ini memang bukanlah untuk main-main. Masalah yang menghampiri membuat orang-orang belajar banyak hal. Bukan hanya sekedar perjalanan hidup semata, tetapi juga bisa membuat seseorang menjadi lebih bijak dalam menjalani hidupnya.

Umur setiap orang dalam setiap waktunya akan selalu bertambah, namun terkadang penambahan usia tak selalu diiringi dengan perubahan lain mulai dari sikap dan hal lain yang belum sepenuhnya dewasa. Lalu bagaimana dengan diri kita? Apakah dengan bertambahnya usia diiringi dengan segi kedewasaan lain seperti dalam berpendapat dan berperilaku? Semuanya kembali kepada diri kita masing-masing.

Jika ada yang mengatakan kedewasaan itu adalah pilihan, bisa dibilang benar adanya karena kedewasaan itu kembali kepada keputusan setiap orang sendiri apakah dia punya tekad untuk bersikap dewasa atau tetap bertahan tanpa adanya perubahan menuju kedewasaan. Proses kedewasaan itu sendiri pastinya akan berdampak positif ketika kita sudah menempuh tahap-tahap kehidupan yang baru, seperti pekerjaan, pernikahan, dan membina keluarga.

Alangkah meruginya kalau hidup kita sama seperti hari kemarin, apalagi saat kita terjebak pada kesalahan yang sama tentunya akan melahirkan penyesalan mendalam. Bersikap dewasa itu perlu karena menjalani kehidupan dewasa tentunya banyak halang rintangnya. Bukan sekedar dewasa usia, tapi juga diiringi dengan kedewasaan sikap dan kematangan dalam hal lain seperti kemampuan soft skill dan lain sebagainya. Kedewasaan dibutuhkan dalam mengarungi aktivitas kehidupan seperti menjalani rumah tangga dan juga organisasi baik itu perusahaan atau lembaga.

Seberapa dewasakah kita? Hanya kita sendiri yang tahu apakah kita sudah sepenuhnya dewasa dalam menjalani kehidupan ini atau tidak, berbahagialah bagi setiap orang yang bertambah usia semakin bijaksana dalam kehidupan, jika belum janganlah bersedih hati karena masih banyak waktu untuk menjadi seseorang yang dewasa sepenuhnya. Agan dan sista ingin menambahkan? Silahkan sampaikan di kolom komentar dan sampai jumpa di tulisan berikutnya.

Sumber : 
Opini Pribadi dan Inspirasi Dari Kehidupan
Sumber Lain
Sumber gambar via google images

Comments

Popular posts from this blog

Post #6: 7 Tipe Fake Friend yang Patut Kamu Waspadai, Mereka Nggak Tulus Guys!

TRIBUNSTYLE.COM  - Kita berkali-kali dalam hidup menemukan orang-orang yang menampilkan diri mereka sebagai teman. Kita percaya pada mereka, menghabiskan waktu bersama mereka, tapi setelah beberapa saat, untuk alasan apapun, sifat asli mereka terlihat. Mereka mengabaikan saat kita butuh bantuan, atau datang saat ada maksud, bahkan menggunakan kita sebagai alat untuk mengambil keuntungan sendiri. Orang-orang seperti ini sulit dikenali, namun mereka cenderung masuk pada 7 kategori ini: 1. Complimenter  Mereka memberikan pujian dan penghargaan untuk mendekati Anda dengan cepat, Anda perlu mempertanyakan mengapa mereka ingin mendekati Anda begitu cepat.  Itu bisa berarti mereka benar-benar tulus dan baik hati, tapi bisa juga mereka menginginkan sesuatu yang sangat khusus dari Anda dan bukan persahabatan.  Untungnya complimenter mudah dikenali, karena keramahan mereka bisa dengan mudah tampak palsu. Ilustrasi teman palsu (fizke...

About ASD

About ASD ASD atau Aseri Darmawan, lahir pada tanggal 4 November 1990, di Jakarta (DKI Jakarta). Dilahirkan sebagai anak pertama dari empat bersaudara di keluarganya. Ia adalah Mahasiswa S2 jurusan Magister Manajemen Universitas Pamulang, di sana lah ia menemukan cintanya yang hingga saat ini masih setia menemani di sisinya, yaitu gadis yang bernamakan Laura Nur Anisa.  Dahulu ASD sangat senang bermain video game, apapun jenisnya iya mainkan, tapi setelah melewati banyak perkembangan zaman, ia sempat berkecimpung ke dalam dunia game online yang bernama Ayodance, pada game tersebutlah ditemukan olehnya berbagai macam kejadian entah itu seperti asmara, perselisihan, persahabatan, yang juga pastinya dibumbui oleh berbagai macam rasa, ada kalanya duka juga suka. Kini ASD telah perlahan meninggalkan dunia game tersebut, karena selain kejenuhan yang telah menghampirinya akan game tersebut, juga disebabkan oleh terlalu complicated- nya kondisi di dalam game tersebut, yang banya...

Post #2: Bersemi kembali

Segala bentuk peristiwa yang terjadi di dalam hidup gue tampaknya memang harus terjadi dan harus gue jalani... Tidak perlu harus memikirkan akan seperti apa nanti, atau apa yang harus diperbuat nantinya... Memang jalan hidup itu bisa direncanakan tapi hanya Allah yang akan memutuskan... Perjalanan hidup selalu berubah-ubah pastinya seiring berjalannya waktu, dan tidak akan ada yang bisa menerkanya... Hidup, mati, rezeki, jodoh, semuanya telah ada yang mengatur, beberapa hal yang mungkin terasa di dalam hidup gue, adalah berkah nikmat sehat dan rezeki bahkan jodoh... Seperti kata orang selama janur kuning belum melengkung apapun bisa terjadi, dan itu telah gue alami, namun kini tidak perlu lagi bersedih ataupun berkeluh kesah jalanin saja hidup seperti apa adanya... Manusia itu seperti bunga, yang kadang bisa layu dan juga bisa bermekaran dengan indahnya, selama kita menjadi bunga yang layu serangga pun enggan mendekat, akan tetapi ketika kita bersemi dan bermek...